Pages

Subscribe:

Rabu, 29 Februari 2012

Contoh Resensi Buku

Mutiara Nasihat Luqman Al-Hakim
resensi
IDENTITAS BUKU
Judul                 : Mutiara Nasihat Luqman Al-Hakim
Penulis               : Dr. Fathullah Al-Hafnawi
Penerbit             : Cahaya Press Jakarta
Tahun Terbitan  : 2003
Ukuran Buku    : 19 cm x 11,8 cm
Tebal Buku         : 144 halaman
Penerjemah         : Abdl Halim
Editor                 : A. Thoriq Abdurrahman
Desain Sampul   : Dea Grafis, Ari Ardinata
Harga               : Rp35.000,-
Diresensi oleh Shelvi Novianita

SINOPSIS
“Sang Faslul Kitab”
Luqman bin Unaqa’ bin Sadun atau lebih dikenal dengan Luqman Al-Hakim adalah seorang yang saleh. Allah telah memberikan beberapa hikmah dan faslul kitab kepadanya. Faslul kitab ialah cakap dalam membedakan perkara yang benar dan yang batil. Demikian juga Allah telah memuliakn Luqman Al-Hakim dengan ma’rifah, ilmu dan penilaian yang benar dan sahih belaka. Inilah pemberian Allah yang paling mulia kepada manusia.
Segala nasihat yang keluar melalui lisan beliau merupakan firman Allah, dan telah diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an untuk dijadikan nasihat bagi seluruh umat manusia.
Luqman Al-Hakim menasihati anak-anaknya dengan penuh kasih sayang.
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anak-anaknya, di waku ia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anak-anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”   (Q.S Luqman, 31 ayat 13)
Betapa sangat besar dosa seorang manusia yang telah menyekutukan Tuhannya. Dari ayat diatas kita mengetahui bahwa syirik adalah pantangn yang utama bagi kita, manusia. Tiada pintu maaf bagi orang-orang yang syirik.
Nasihat utama berikutnya adalah selalu berbuat baik kepada ibu dan bapak.
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia denga baik. Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S Luqman, 31 ayat 15)
Berikut adalah kisah keteguhan hati seorang anak yang tetap bertahan pada pendiriannya untuk menjunjung Islam meski tanpa restu ibunya. Namun, sang anak tetap berusaha untuk selalu berbuat baik pada orang yang telah melahirkannya itu.
Sa’ad bin Malik, begitulah nama pemuda itu. Dia terkenal sebagai anak yang berbakti kepada ibunya. Suatu hari nurIlahi terpancar ke dalam dada Sa’ad dan ia pun asuk Islam. Ibunya sangat marah ketika mengetahui bahwa anak kesayangnnya itu meninggalkna agama nenek moyangnya.
“Wahai Sa’ad, apa yang telah terjadi pada dirimu?” Tanya ibunya.
Ia memaksa Sa’ad agar berbalik kepada agama nenek moyangnya semula. Namun Sa’ad menolak dengan cara yang baik. Ibu Sa’ad tetap berkeras dan mengancam akan melancarkan mogok makan jika Sa’ad tetap bersikukuh pada pendiriannya itu.
Berkata sang ibu, “Adakah kamu akan meninggalkan agamamu atau aku tidak akan makan dan minum sampai mati?”
Kemudian ia berkata lagi,”Kelak orang akan mengecammu dan mempersalahkannmu dengan berkata, ‘ Hai si pembunuh ibunya!’ “
Namun dengan tegas Sa’ad berkata, “Wahai Ibuku, jangan kau lakukan perbuatan itu. Walau apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkan agama yang telah aku anut ini.”
Ibu Sa’ad sangat kecewa mendengar jawaban anaknya. Maka ia pun mulai tidak makan dan minum sampai sehari semalam. Ketika pagi datang, sang ibu kelihatan letih. Kemudian ditambahnya lagi sehari semalam tidak makan dan tidak minum. Ia semakin kelihatan letih, lemah, dan penat. Mogok makannya masih diteruskannya lagi pada hari ketiga, dia kelihatan sudah sangat tidak berdaya dan tidak dapat bangkit lagi karena lemahnya. Sanak saudaranya risau dan memaksa ibu Sa’ad untuk makan dan minum. Bahkan sampai disuapkan makanan ke dalam mulutnya, ia tetap tidak mau. Ia tetap tidak akan makan dan minum jika Sa’ad tidak mau meninggalkan agama Islam.
Melihat keadaan ibunya yang nekat itu, ia tidak mempunyai jalan lain melainkan berterus terang memberitahu pendiriannya kepada ibunya dengan berkata, ‘Wahai Ibu, ketahuilah demi Allah, walaupun Ibu memiliki seratus nyawa, dan nyawa itu keluar satu-persatu hingga seterusnya, sekali-klai aku tidaka kan meninggalkan agamaku, karena itu, jika Ibu suka makanlah, jika tidak suka teruskanlah jangan makan.”
Ibu Sa’ad sangat terkejut mendengar kputusan anaknya kini. Ia tahu bahwa ancaman mogok makan yang ia lancarkan tidak akan berhasil memurtadkan anknya. Oleh karena itu ia pun menghentikan mogok maknya yang sia-sia.
Janganlah engkau sekali-kali membnagkang terhadapnasihat ibu bapakmu, ikutilah kehendak keduanya. Kecuali bila engkau diperintah bermaksiat kepada Allah, maka dalam hal ini engkau tidak boleh ikut.


ANALISIS RESENSI ;
Ø  Identitas Buku
resensi      Apa judul bukunya?
v  Mutiara Nasihat Luqman Al-Hakim
resensi      Siapa penulisnya?
v  Dr. Fathullah Al-Hafnawi
resensi      Siapa yang menerbitkan buku itu?
v  Cahaya Press Jakarta
resensi      Berapa tebal halamanya?
v  144 halaman
resensi      Kapan buku tu diterbitkan?
v  Tahun 2003
resensi      Berapa harga buku itu?
v  Rp 35.000,-
resensi      Apa judul resensi itu?
v  “Sang Faslul Kitab”

Ø  Apakah tujuan penulisan buku itu?
v  Agar kita dapat memetik hikmah dibalik cerita-cerita pendek yang ada dalam Mutiara Nasihat Luqman Al-Hakim.

Ø  Apakah garis besar isi buku itu?
v  Berbagai nasehat agar kita menjadi insan yang lebih baik.

Ø  Bagaimana keunggulan buku yang diresensi itu?
v  . Nasihat-nasihat yang diberikan tersirat dan tersurat dalam cerita-cerita pendek yang terjadi di zaman Rasulullah.
v  Secara tidak langsung kita juga dihibur oleh cerita-cerita pendek yang disajikan.
v  Ilustrasi gambar dalam buku cukup menarik.

Ø  Bagaimana kekurangan buku yang diresensi itu?
v  Kover buku kurang menarik.
v  Dalam menyampaikan nasihat atau opini terlalu berbasa-basi dan terkesan berbelit-belit.

Ø  Siapa yang cocok membaca buku tersebut?
v  Semua kalangan masyarakat.

Ø  Siapa penulis resensi itu?
v  Shelvi Novianita

Ø  Di media apa resensi tersebut dipublikasikan?                                                                                                                           
                                       Dimuat dimedia online internet 

1 komentar:

alfat sri wahyuni

mau nanya ni
resensi dengan sipnosis itu sama ga si?
dan apakah sibnosis adalah bagian dari resensi?

Poskan Komentar



Blog Ping Seach Box Free Automatic Backlink Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! Sonic Run: Internet Search Engine Active Search Results